Kapolres Purworejo AKBP Rizal Marito
PURWOREJO, – Masih belum hilang ingatan terkait penolakan jenazah perawat positif Covid-19 di Semarang beberapa waktu yang lalu yang dilakukan sejumlah masyarakat setempat. Padahal, mulai dari pemerintah hingga para ulama sudah menegaskan bahwa tidak boleh lagi ada penolakan terhadap jenazah pasien Covid-19.
Untuk itu, Kapolres Purworejo, AKBP Rizal Marito meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purworejo untuk tidak menolak jenazah warga yang terpapar atau tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Jika ada masyarakat yang masih nekat melakukan penolakan, pihaknya akan bertindak tegas dan memproses hukum.
“Terkait isu yang beredar di masyarakat kami menghimbau kepada masyarakat agar jangan sampai ada penolakan, karena dari kepolisian akan menindak tegas siapa yang menjadi dalangnya dan juga yang ikut serta didalamnya,” katanya kepada purworejo24.com pada Selasa (21/04/2020).Pernyataan keras Kapolres Purworejo ini menyusul banyaknya penolakan jenazah di luar Purworejo, hingga menimbulkan keresahan publik. Menurutnya tenaga medislah yang menjadi garda terdepan dalam penanganan penyebaran virus Covid-19 ini.
“Dalam hal ini Polres menjamin keamanan di wilayah Purworejo, kita juga siap dalam membantu pemerintah bahkan kemarin kita sudah melakukan simulasi tentang pemakaman jenazah Covid-19, kita pastikan dan akan kawal pasien jika diperlukan,” katanya.
Sementara itu Bupati Purworejo Agus Bastian mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana khusus untuk kesehatan dan juga bantuan sosial lainnya. Pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap patuh kepada peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Untuk itu pemda sudah menganggarkan 35,8 milyar untuk menangani Covid-19 hanya untuk kesehatan saja dan tidak termasuk yang lain-lain,” katanya. (P24-Bayu).Sumber: www.purworejo24.com

Tidak ada komentar